Sekularisme

Dunia Barat (Kristen dan Yahudi) secara theologies penganut mayoritas agama  Kristen dan Yahudi dengan kitab sucinya yaitu Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baru (Injil) menjadi pedoman hidup mereka. Dalam kitab Perjanjian lama (Taurat), pada kitab Ulangan, 7:14, dinyatakan: “Hanyalah kamu yang dipilih oleh Tuhanmu supaya kamu menjadi bangsa yang paling istimewa mengatasi semua bangsa yang ada di permukaan bumi ini”. Dengan doktrin seperti ini umat Kristen dan yahudi meyakini sepenuh hati sebagai bangsa super-istimewa tanpa prasyarat apapun. Walau seandainya umat Kristen dan yahudi telah banyak melakukan tindak kejahatan dan bermoral bejat, tetap saja mereka adalah bangsa super istimewa yang mempunyai hak untuk menguasai dan menjajah bangsa-bangsa lain yang hidup di planet bumi ini.

Kemudian dalam kitab Perjanjian Baru (Injil) pada II Konitus, 5:19, dinyatakan: “Yesus adalah sebagai penebus dosa, yang telah menanggung dosa seluruh umat manusia”. Dengan doktrin semacam ini umat Kristen percaya dan yakin bahwa mereka adalah bangsa yang tak berdosa, karena dosa-dosa mereka telah di tebus oleh yesus kristus putera Tuhan dengan kematiannya di atas kayu salib. Kendati seandainya umat Kristen telah banyak melakukan kesalahan dan dosa sebesar gunung Everest di Himalaya India, tetap saja mereka tak berdosa, maka sangat wajar apabila mereka mengangkat diri sebagai manusia-Tuhan yang tidak memerlukan agama dalam mengatur kehidupan mereka. Dengan landasan keyakinan seperti ini, maka lahirlah paham sekuler (Sekularisme) di kalangan umat Kristen dan Yahudi pada abad ke- XVI.

Sekularisme adalah isme (paham atau aliran) yang secara sadar menyingkirkan peran agama di dalam kehidupan manusia dan secara fisolofis telah menuhankan diri manusia dengan doktrin yang terkenal “Homo Homoni Deus” (Tuhan yang sesungguhnya adalah diri manusia), seperti diungkapkan oleh filsuf Jerman Ludwig Feurbach. Karenanya, sebagai manusia-Tuhan, sekularisme telah membuat nilai-nilai tentang benar dan salah, baik dan buruk, indah dan jelek dengan berorientasi kepada manusia-Tuhan sebagai sumber kebenaran. Bentuk filsafat semacam ini disebut “Anthroposentris” (anthropo = manusia; sentries = pusat). Pengertiannya yaitu menjadikan manusia menjadi pusat batu-ujian tentang kebenaran dan kepalsuan/kesalahan, pemberi criteria baik dan buruk, indah dan jelek. (Ali Syari’ati;1983:56)

Telah menjadi watak manusia, seperti pembuatan nilai-nilai, norma-norma atau perundang-undangan subjektifitas dan kepentingan dirinya sangat dominan. Oleh karena itu nilai-nilai moral yang dibuat oleh pemikir Kristen dan Yahudi Barat sekuler bernuansa subjektiftas dan untuk kepentingan diri mereka sendiri, seperti tergambar dalam aliran moral yang mereka buat; misalnya: Hedonisme, yaitu paham moral yang mengutamakan kesenangan dan kelezatan; Utilitarisme yaitu paham moral yang mementingkan kemanfaatan dan kegunaan; Vitalisme yaitu paham moral yang mengutamakan kehidupan dan penghidupan; Materialisme yaitu paham moral yang mementingkan meteri atau kebendaan; Idealisme yaitu paham moral yang mementingkan cita-cita dan sebagainya. (Hamzah Ja’cub; 1978:374)

Dunia Barat secara kultur adalah pewaris kebudayaan Yunani dan Romawi, yang mengatur moral perkawinannya secara poligami tanpa batas, dimana seorang lelaki boleh mempunyai puluhan istri, tanpa memberikan sedikitpun hak kepada istri-istrinya, sehingga istri-istrinya dapat diperjual-belikan di pasar atau diwariskan kepada keluarga yang memerlukannya. Kemudian dunia Barat secara theologies adalah penganut agama Kristen dan Yahudi yang mengatur moral perkawinan monogamy, tetapi membolehkan kumpul-kebo  dengan bermacam-macam wanita lainya disamping istri formalnya. Bahkan para pendeta yang terlarang kawin seumur hidupnya, tetapi dibiarkan mempunyai puluhan “wanita piaraan” (pelacur), sehingga para pendeta bias berkumpul-kebo dengan wanita-wanita piaraannya tersebut. (Sayyid Ameer Ali;1978:375-380).

Selanjutnya, dunia Barat secara ilmiah penganut teori “Psikoanalisa” dari Sigmund Freud (seorang Yahudi Jerman), yang berpendapat bahwa tingkah laku manusia adalah hasil dari interaksi antara tiga alat utama dalam diri (personality), yaitu Dia (Das Es/Id), Aku (Das Ich/Ego) dan Aku yang agung (Des uber Ich/Super Ego). Si Dia (Das Es/Id) terbentuk dari penggerak-penggerak kehidupan yakni “naluri seks (nafsu syahwat/nafsu birahi), yang disebut “libido”; dan naluri seks ini merupakan “asas kehidupan manusia”. (Hasan Langgulang;1986:15-16). Karenanya pemuasan naluri seks/nafsu birahi baik dengan jalan perkawinan atau pelacuran harus mendapat prioritas pertama, sebab naluri seks/nafsu syahwat/nafsu birahi adalah asas kehidupan manusia. Melarang atau menghalang-halangi atau membatas-batasi pemuasan naluri seks/nafsu syahwat/nafsu birahi berarti merusak atau membunuh asas kehidupan manusia.

Dengan demikian Dunia Barat baik secara cultural, secara theologies maupun Teori Ilmiah telah terbiasa hidup dalam pelacuran atau dengan kata lain moral pelacuran telah menjadi pola hidup Dunia Barat. Oleh karena itu untuk melestarikan dan menyuburkan pelacuran (prostitusi) yang telah diwarisi secara cultural oleh nenek-moyang Dunia Barat, dibolehkan secara theology oleh agama Kristen dan Yahudi dan dibenarkan secara ilmiah oleh teori Psikoanalisa, maka segala usaha yang dapat merangsang naluri seks/nafsu syahwat/nafsu birahi baik dalam bentuk gambar, tulisan, lisan maupun kelakuan harus dibolehkan. Usaha/kegiatan yang dapat merangsang dan mnyuburkan naluri seks/nafsu syahwat/nafsu birahi disebut “Pornografi” (kecabulan).

Padahal pelacuran (prostitusi) secara phisik akan melahirkan berbagai penyakit kelamin dan AIDS, dan penyakit tersebut akan menular kepada anak-cucu, dan secara phisikis akan menghasilkan jiwa yang rusak (split). Psikologis dan jiwa yang rusak akan sangat mempengaruhi dan merusak anak-cucu di kemudian hari.
Jadi pornografi (kecabulan), prostitusi (pelacuran) yang dewasa ini telah menjadi budaya Dunia Barat, dan sekarang sedang diusahakan dengan sungguh-sungguh agar menjadi budaya Umat Islam, maka yang paling menderita kerusakan adalah Generasi Muda Islam.

Akhirnya, sebagaimana nasib semua tulisan akan senantiasa mengalami kekurangan dan kesalahan, maka saya mohon maaf.

Demikianlah, semoga tulisan ini mendapat Redho Allah SWT dan bermanfaat.

Baca juga :

About these ads

Posted on 29 Maret 2012, in Harus Anda Ketahui and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. JANGAN ASAL BICARA SAJA KAU…
    KITA UMAT MANUSIA HIDUP DIMUKA BUMI INI JANGAN SUKA MENJELEK JELEK KAN AGAMA….

    YANG SAYA TAHU MAFF…
    JUSTRU AGAMA ISLAM LAH YANG PADA AWAL MULANYA ATAU DASAR PRINSIPNYA TIDAK SUKA KEBERADAAN AGAMA LAIN DI INDONESIA…
    MAKA DENGAN TIPU DAYA YANG KALIAN LAKUKAN UNTUK MENGADU DOMBA UMAT MANUSIA SEHINGA MEMECAH BELAHKAN MANUSIA…

    BIASANYA DALANG PERBUATAN INI DILAKUKAN OLEH PKI…
    YANG TIDAK MEMILIKIN AGAMA & IMAN…

    ANDA TAHU….?
    KENAPA BISA DI SEBUT KRISTEN….?
    COBALAH ANDA BUKA KITAB PERJANJIAN LAMA SAMPAI DENGAN KEDATANGAN JURU SELAMAT UMAT MANUSIA…
    YAITU : YESUS KRISTUS…

    KALAU ADA PERKATAAN SAYA YANG TIDAK BERKENAN DIHATI SAUDARA SAYA MOHON MAAF…
    GBU…

  2. KATA YANG SEPERTI ANDA TULIS TERSEBUT ADALAH KARANGAN MANUSIA TERUTAMA ORANG2 YANG TIDAK MENGENAL SIAPA TUHAN YANG SEBENARNYA….

    COBA KALIAN BACA DI ALKITAB : FIRMAN TUHAN MENGATAKAN DEMIKIAN :
    “KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI SEHINGGA IA MENGARUNIAKAN ANAK NYA YANG TUNGGAL BARANG SIAPA YANG PERCAYA KEBADANYA TIDAK AKAN BINASA”

    “KATA YESUS (ANAK ALLAH) : AKULAH JALAN DAN KEBENARAN & HIDUP
    TIDAK ADA SEORANGPUN SAMPAI KEPADA BAPA (ALLAH) KALAU TIDAK MELALUI AKU (YESUS)

    COBALAH KALIAN PELAJARIN AGAMA MASING2 JANGAN SALING MEMOJOKAN & MENJELEK JELEKAN AGAMA…

    NANTI BISA KITA LIHAT PADA AKHIR JAMAN…
    DIMANA MANUSIA DIKUMPULKAN OLEH TUHAN DISANALAH AKAN DIBUKA KEBENARAN NYA
    AGAMAKU ATA AGAMAMU YANG BENAR..

    JADI JALANIN LAH HIDUP INI PENUH DENGAN DAMAI TANPA ADA CACI MAKI…

    GBU>>

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 442 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: