MIUMI: Tolak RUU Kesetaraan Gender Liberal !

Hari Ahad kemarin, 8 April 2012, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar Tabligh Akbar menolak RUU Gender Liberal di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Acara dihadiri sekitar 700 orang jama’ah sesuai dengan undangan dan harapan panitia. Undangan datang dari ormas maupun masyarakat umum dan diliput oleh beberapa media Islam, termasuk TVRI dan Jazeera TV.

Acara dimulai pukul 13:00 dan berakhir tepat sebelum ashar. dimoderatori Ustadz Bachtiar Nasir, sebagai SekJen MIUMI, dibantu Ustadz Fahmi Salim yang berlaku sebagai MC, beliau membuka tabligh dengan memperkenalkan kepada jama’ah tentang apa itu MIUMI serta kegiatannya.

Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, “Mengingat RUU Kesetaraan Gender mengalami reses dan baru akan dibahas pertengahan bulan depan, melakukan Tabligh Akbar ini mungkin terlalu dini tapi izinkan kami untuk mengkritisi agar kita tidak kecolongan karena sebetulnya tujuan kami yang utama adalah perang melawan Liberal yang akan meliberalkan Indonesia, Liberal inilah yang akan menjadi roda utama virus kemunafikan kedepannya.”

Beliau juga menambahkan, “Sebetulnya masalah RUU gender ini tidak terlalu besar, masih ada lagi monster besar yang akan kita hadapi, dua monster besar ini juga berasal dari liberal yaitu ritual Kabbala. Setelah kecolongan Katy Perry, akan datang Lady Gaga. Suksesnya Katy Perry sebagai pion Illuminati, akhirnya perdana menteri, ratu hantu, Lady Gaga, diluncurkan ke Indonesia yang penjualan tiketnya telah menghabiskan 3000 tiket yang konsernya baru akan dilaksanakan Juni nanti.“

Betapa mengerikan apa yang mereka lakukan ini. Orasi lalu dilanjutkan oleh Ustadz Adian Husaini yang membahas mengenai aturan dalam berakidah. Bagaimana Islam mengatur keberadaan pria dan wanita beserta hak dan kewajibannya berdasarkan proporsinya masing-masing pada wahyu yang diturunkan Allah melalui RasulNya. Beliau juga memperkenalkan beberapa undang-undang yang membuka mata jama’ah tentang keterlibatan Liberal dalam pemikirannya, diantaranya UU pasal 70 yang hanya akan mengkriminalkan Islam.

Tak lupa moderator mengundang bintang tamu yang juga menolak tentang kesetaraan gender. Dengan pengetahuannya mengenai Islam yang sangat baik, Astri Ivo mengatakan, ”Muslimah memiliki kepentingan untuk melindungi keluarga dari hokum-hukum Allah dan rasulnya telah tetapkan. kita memang memiliki tugas yang beda. disisi Allah kita memiliki hak yang sama tapi bukan berarti memiliki tugas yang sama. suami memiliki derajat yang qowamun, imam dalam keluarga. Kesetaraan gender ini adalah warisan Liberal yang ditujukan untuk merusak keluarga kaum muslim.”

Lain lagi dengan Ustadz Jeje, beliau mengetengahkan pendidikan dalam Negara ini yang diberangus karena Liberalisme. Yang mana? Beliau menuturkan, “Dulu saya memiliki anak TPA ratusan tapi semenjak diberlakukannya Ujian Nasional, anak-anak tidak sempat lagi pergi ke TPA melainkan sibuk bimbel agar mereka lulus UN, lalu kapan mereka berlajar Agama?”

Pengaruh Liberalisme sudah meraja lela tidak hanya dikalangan ibu-ibu tapi merebak kemana-mana termasuk pendidikan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan Islam dimasa yang akan datang.

Sedangkan Ustadz Zain mengemukakan mengenai hukum penciptaan, “Jika manusia baru bisa menciptakan robot, jangan coba-coba membuat hukum yang berhubungan dengan gender. Siapa yang membuat pria dan wanita? Allah, bukan manusia jadi ikutilah hukum Allah, karena segala sesuatu yang berdasarkan hukum Allah pasti bahagia.”

Pada bagian ini, satu satu lagi wanita bicara mengenai gender, Ibu Marwah Daud mengemukakan hal yang paling menggembirakan tentang Islam, ia mengalami hal yang menakjubkan mengenai mental kaum Muslim dengan kekuatan fisik dan mentalnya dimana mereka tidak peduli dengan cuaca yang dingin untuk sebuah ketaatan, berwudhu di musim dingin misalnya. “Dunia harus belajar dari Islam.” Begitu katanya.

Orator selanjutnya adalah Ustadz Henri Shalahuddin,  pakar gender dan sedang melakukan disertasi tentang gender di Universitas Malaya, Malaysia, mengungkapkan tentang mengapa kesetaraan gender ini ada dan di gaungkan di Barat, akhirnya menyebar ke seluruh dunia, kondisi ini ada merupakan teori yang dipaksakan atas personal experience yang mereka alami.

Tak menyangka dengan semangat Ustadz Zaitun menunjukkan Izzah keislamannya, beliau mengatakan jangan mau kita orang muslim menjadi bulan-bulanan orang kafir dibumi kita sendiri. Air matanya menunjukkan satu keseriusan tentang apa yang ia ucapkan.

Diakhir acara UBN melemparkan guyonan kepada jama’ah dengan beberapa pertanyaan ini:

“Bu, bodohnya para suami, coba kita dengarkan, harta suami adalah juga harta istri. Betul?” Jama’ah menjawab, “Betul!” “Kalo harta istri harta suami bukan, bu?” Jama’ah menjawab, “Bukan!” “Lihatlah betapa bodohnya para suami. jadi gimana mau disetarakan?” (fimadani)

Baca juga >>

Iklan

Posted on 21 April 2012, in Konspirasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: