Jangan Gunakan Kantong Kresek Hitam

Kantong kresek hitam merupakan benda yang tidak asing lagi bagi kita. Kantong kresek banyak dimanfaatkan sebagai pembungkus seperti pembungkus gorengan atau pembungkus belanjaan yang lain. Dibalik sifatnya yang praktis dan mudah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan didalamnya. Mengapa kantong kresek hitam berbahaya?karena kantong kresek hitam mengandung zat aditif berbahaya yang bersifat karsinogen yang dapat memicu datangnya kanker. zat- zat berbahaya itu diantaranya adalah:

    • Ester ftalat
    • Ester adipat (DEHA) yang merupakan zat kimia pelentur (plasticizer)
    • Zat pewarna berupa senyawa chrom dan titan di oksida
    • Zat stabilizer seperti Zn, Cd
  • Hasil degradasi platik berupa formaldehid dari urea formadehid dan melamin formadehid

Selain itu menurut BPOM  sebagian besar kantong kresek merupakan produk daur ulang . Hal ini tentu berbahaya karena pengguna tidak tahu apa kegunaan bahan tersebut sebelumnya.

Bahan- bahan pembuat kantong kresek hitam tersebut  dalam keadaan tertentu dapat lepas, terurai dan menempel  ke dalam makanan. Terutama makananan yang mengandung  alkohol atau berminyak seperti gorengan. Jika makanan tersebut dikonsumsi tentu akan menyebabkan gangguan kesehatan.

DAGING QURBAN JANGAN PAKE KANTONG KRESEK HITAM!

Dalam rapat Majelis guru untuk menetapkan Hari pemotongan Hewan Qurban di sekolah yang tahun ini Alhamdulillah berjumlah 5 ekor Hewan Qurban saya mengusulkan agar kita tidak menggunakan kantong kresek hitam ataupun yang berwarna lainnya, sebaiknya kita menggunakan kantong bening saja, seperti contoh  kantong buah yang di supermarket atau kantong plastik bening lainnya. Saya menjelaskan bahwa  kantong kresek hitam  itu mengandung zat kimia atau zat aditif yang berbahaya penyebab kanker, gagal ginjang, jantung dan lain sebagainya. Namun ada saja guru senior yang “menentang” saran saya karena katanya dari tahun ke tahun kita dan orang lain menggunakan kantong hitam,tapi belum ada masalah tuh…..jadi masalah kantong tak perlu dipersoalkan lah..”ujarnya. Saya hanya senyum saja kenapa Bapak ini selalu meyanggah usulan saya pada setiap rapat,  hmmmm ya sudah…..mudah-mudahan panitianya mempertimbangkan saran saya…

Kenapa kita tidak boleh menggunakan kantong kresek hitam/berwarna??

Kantong kresek hitam mengandung beberapa zat aditif yang sangat berbahaya bagi manusia . Kantung kresek hitam tersebutmengandung zat aditif seperti  ester ftalat, ester adipat (DEHA) yang merupakan zat kimia pelentur atau dikenal plasticizer. Kemudian zat pewarna berupa senyawa krom (Cr), dan TiO2 (Titan di oksida), zat stabilizer seperti Plumbun (Pb), Cd (Cadmium), Zn (Zeng), Sn(CH3)3 dan ESBO.

Selanjutnya kresek juga memiliki zat aditif lainnya berupa anti oksidan (BHT, DLTDP, Tris (2-4-di-tert-butil fenil) fosfat ester. Anti blok seperti gliserol stearat, SiO2, katalis (Sb2O3) dan antistatic berupa BEA. Sementara hasil degradasi plastic berupa formaldehid dari urea formadehid dan melamin formadehid. Unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia inilah yang termasuk bahan kandungan plastik atau kresek yang dapat menimbulkan penyakit kanker,gagal ginjal dan jantung.

Dalam informasi yang penulis himpun dari berbagai sumber Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantung kresek berwarna hitam,  begitu juga Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Yusuf Ridwan, menyatakan tas kresek berwarna hitam mengandung zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging dan disinyalir mengandung zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

Sebelumnya pada tahun 2010, Pusat Data dan Informasi Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSSI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga pernah mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan tas kresek hitam untuk membungkus makanan siap santap. BPOM menjelaskan tas plastik jenis ini kebanyakan merupakan produk daur ulang. Sementara itu, penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan dan manusia, atau limbah logam berat. Proses daur ulang itu juga diketahui menggunakan berbagai bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri sudah melakukan penelitian secara khusus untuk itu.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan, “Dari seluruh jenis kemasan makanan plastik, Kemasan plastik berbahan polietilen (PE) dan polipropilen (PP) paling aman digunakan untuk makanan jika dibandingkan jenis kemasan plastik yang lain. PE dan PP paling banyak digunakan dan paling aman,” kata Rubiana. Ia menjelaskan, plastik PE terbuat dari monomer etilen sedang plastik PP dari monomer propilen. Sifat kedua bahan ini sangat mirip.

Sementara kemasan plastik lain seperti kemasan plastik ‘kresek’ berwarna berbahan polivinil klorida (PVC), kata dia, dalam keadaan tertentu cenderung kurang aman untuk mewadahi makanan.Ia menjelaskan, kemasan plastik kresek, terutama yang berwarna hitam, dibuat melalui proses daur ulang dengan penambahan bahan kimia tertentu, riwayat penggunaannya tidak jelas, dan kurang terjamin kebersihannya.  PVC dibuat dari monomer vinil klorida. “Monomer vinil klorida yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan, terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol,” katanya.

Pembuatan plastik PVC, kata dia, kadang menggunakan penstabil berupa Timbal (Pb), kadmium (Cd), dan timah putih (Sn) untuk mencegah kerusakan serta senyawa ester ptalat dan ester adipat untuk melenturkan. Bahan-bahan tambahan itu, dalam keadaan tertentu bisa terlepas ketika kemasan plastik PVC digunakan untuk mewadahi makanan sehingga berisiko membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya memperhatikan label di bagian belakang kemasan plastik untuk memastikan keamanan kemasan plastik yang digunakan. Kemasan plastik berbahan polietilen tereftalat (PET) berlabel angka 01 dalam segitiga, High Density Polyethylene (HDPE) berlabel angka 02 dalam segitiga, PVC berlabel angka 03 dalam segitiga. Kemudian, Low Density Polyethylene (LDPE) berlabel angka 04 dalam segitiga, PP berlabel angka 05 dalam segitiga dan polistiren berlabel angka 06 dalam segitiga.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

1-PETE1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

2-HDPE2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

3-V3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

4-LDPE4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

5-PP5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

6-PS6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Other7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita  ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Atas penjelasan tersebutlah sebaiknya pada Pembagian Hewan Qurban nantik kita sebaiknya tidak menggunakan kantong kresek berwarna hitam/berwarna lainnya. Mencegah lebih baik dari pada mengobati!{metro.kompasiana.com/amoeba}

Baca juga :

Posted on 2 Mei 2012, in Health and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: