Mitos Seks Keliru Dikalangan Remaja

Sepertinya di zaman  sekarang bukan merupakan suatu hal yang tabu lagi bila bicara tentang seks. Apalagi mengenai seks remaja atau di kalangan remaja saat ini sepertinya suatu hal yang lumrah. Betapa tidak banyak diantaranya kasus yang berhubungan dengan masalah seks. Sehingga menimbulkan dampak negatif dari hubugan seks di kalangan remaja. Bahkan hal ini banyak membuat sebagian remaja melakukan aktivitas seksual di luar nikah.

Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta.

Sebuah fakta menjelaskan bahwa dengan melakukan hubungan seks maka pasangan remaja ini sudah membuktikan bahwa saling mencintai. Namun hal ini justru sangat salah besar  karena berhubungan seks bukan cara menunjukkan kasih sayang saat pacaran sebab itu semua hanya karena nafsu.

Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.

Tidak selamanya hubungan seks pertama kali dilakukan akan mengeluarkan darah pada vagina. Sebab hubungan seksual yang dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay tdak selalu menimbulkan adanya pendarahan.

Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.

Fakta yang terjadi ketika spermatozoa sudah memasuki vagina maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Jadi meskipun dengan loncat-loncat tidak akan mengeluarkan spermatozoa akan tetap terjadi pembuahan atau kehamilan.

Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi.

Tidak selamanya selaput dara yang sobek berarti ditandai dengan ketidakperawanan. Hal ini lantaran selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek tidak hanya karena hubungan seks namjun selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga. Justru ada seorang wanita yang masih perawan meskipun sudah menikah dan berhubungan seks berkali-kali namun selaput daranya masih utuh karena selaput daranya elastis.

Dorongan seksual laki-laki lebih besar daripada perempuan.

Fakta yang mengatakan bahwa nafsu seks antara laki-laki lebih besar daripada wanita itu belum tentu selamanya benar. Sebab dorongan seksual merupakan hal yang alamiah muncul pada setiap individu pada umumnya dimulai saat ia menginjak masa pubertas. Hal ini terjadi karena mulai berfungsinya hormon seksual. Adanya perbedaan dorongan seksual antara laki-laki dan perempuan kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual. Sehingga Dorongan seksual perempuan lebih kecil karena perempuan yang mengekspresikan dorongan seksualnya adalah perempuan yang “nakal atau kurang baik” sedangkan laki-laki tidak pernah dipermasalahkan.

Perkembangan zaman yang sudah banyak berubah dan secara otomatis merubah tata cara pergaulan dalam masyarakat. Tentu hal  ini sangat mengkhawatirkan bagi para orangtua yang memiliki anak remaja baik pria maupun wanita. banyak informasi mengenai seks yang benar belum banyak diketahui sehingga memberi informasi yang kurang tepat tentang kesehatan reproduki dan seksualitas remaja.

Mitos-mitos tentang seks masih sangat kuat bahkan para remaja yang justru mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak orang percaya sehingga tidak heran bila banyak kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut.

Baca juga :

Posted on 9 Mei 2012, in Cinta and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: