Feminisme ?

Pertanyaan Tentang Feminisme dan Tips Agar Tidak Nge-Fans Lady Gaga

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kenalkan nama saya Bunga, saya seorang siswi di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta. Ada yang ingin saya tanyakan tentang Feminisme dan Lady Gaga, langsung saja ya.

Saya pernah membaca sebuah tulisan yang membahas tentang Feminisme tapi saya sendiri nggak mengerti apa yang dimaksud dengan Feminisme itu? Saya punya teman, dia fans berat Lady Gaga, dia sudah tahu bahwa Lady Gaga itu pemuja Setan tapi dia tetap saja mendengarkan lagu-lagunya. Saya sangat ingin membantu dia agar nggak nge-fans lagi sama Lady Gaga tapi saya nggak tahu bagaimana caranya. Apakah Bunda bisa punya tips tentang itu?. Waktu itu saya pernah nonton video clip-nya Lady Gaga. Bunda tau kan kalau video clip-nya itu gimana, vulgar dan gerakannya nggak senonoh. Nah, kalau saya nonton itu dosa nggak, Bun? Saya nonton hanya sebentar aja, setelah itu saya pergi dan nggak melanjutkan lagi.

Terima kasih atas jawabannya

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bunga

Jakarta

————————————————————————————————

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Ananda Bunga yang Bunda sayangi…

Sebelumnya Bunda ingin mengucapkan selamat untuk Ananda, dalam usia remaja sudah memiliki kepedulian yang besar tentang apa yang terjadi di sekitarnya.

Menjawab pertanyaan Ananda tentang feminisme, diperlukan penjelasan yang lengkap dan utuh agar dapat memahaminya dengan baik. Namun singkatnya, Bunda ingin terangkan. Mengutip tulisan Dr Hamid Fahmi Zarkasy, Fe-Minus, disebutkan bahwa Istilah feminisme sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Latin, femina, yang artinya perempuan. Konon dari kata fides dan minus yang kemudian menjadi fe-minus. Kata Fei artinya iman dan minus artinya kurang. Jadi Feminis atau Femina mengandung arti kurang iman. Inilah pandangan yang dimiliki barat terhadap kaum perempuan. Berbagai teks yang terdapat di dalam Bible juga menunjukkan rendahnya kedudukan perempuan dalam pandangan barat. Hal ini semakin diperparah juga dengan sikap yang ditunjukkan pada masa itu oleh tatanan masyarakat baik para pemuka agama dan laki-laki secara umum yang menempatkan perempuan dalam kedudukan yang rendah.

Akibat kondisi ini maka lahirlah sebuah gerakan pada sekitar abad 18 yang dikenal sebagai Feminisme. Singkatnya Feminisme adalah gerakan perlawanan yang ditujukan untuk mengakhiri penindasan terhadap perempuan dan memperjuangkan hak-hak perempuan dalam tatanan sosial, ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Jadi gerakan feminisme dapat dikatakan merupakan sebuah gerakan kemarahan perempuan terhadap penindasan yang dialaminya. Persoalannya, gerakan ini semakin bersifat liar dan bebas, dan sering menabrak aturan-aturan agama. Sehingga apabila Feminisme disandingkan dengan nilai Islam, akan banyak yang saling bertentangan satu dengan lainnya. Sebagai contoh, bagaimana aktifis feminis menuntut untuk disamakan seluruh haknya dengan laki-laki. Sehingga kerap menolak untuk menyusui atau melahirkan sekalipun. Dengan kata lain, dapat dikatkan gerakan ini adalah gerakan yang mengancam struktur yang ada di dalam masyarakat dan keluarga.

Untuk lebih rinci dan jelas, Ananda dapat mengikuti dan membaca terus di www.thisisgender.com sehingga akan diperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang gerakan feminisme.

Mengenai temannya yang menyukai Lady Gaga, kekhawatiran Bunga untuk menghentikan kesenangan temannya adalah hal yang luar biasa dan patut diacungi jempol. Bagaimana cara menghentikannya? Mungkin tips di bawah ini dapat membantu Bunga membantu temannya:

Coba ajak temannya berdiskusi tentang kesenangannya itu. Apa yang menjadi alasan dari temannya menjadikan Lady Gaga idola. Dialog sangat diperlukan, karena pada masa remaja memang terjadi proses pencarian jati diri, salah satunya dengan melakukan “modelling” atau peniruan dari seseorang yang dapat diidolakan. Bunga tidak usah menampakan antipati yang berlebihan, tetapi terus diajak ngobrol temannya. Mempunyai idola tidak salah, asalkan tidak membuat kita melupakan kewajiban sebagai mahluk Allah. Apalagi jika kita melihat asal kata idola sendiri yang memiliki arti sebagai berhala. Dan memang benar adanya, karena kerap idola-idola menjadikan kita lupa tentang kewajiban kita sebagai mahluk Allah, seperti lupa sholat, belajar, dll.

Kembangkan diskusi dengan teman Bunga, tentang siapa saja artis-artis yang saat ini diidolakan oleh para remaja. Carilah informasi salah satunya bertanya pada orang tua atau guru yang dapat membantu temannya, bahwa tokoh yang diidolakan tidak sebaik yang kita kira. Misalnya Lady Gaga tidak pantas untuk dijadikan idola karena banyak menampilkan adegan yang berbau pornoaksi, kata-kata dalam lagunya kasar dan mendukung gerakan homoseksual sampai informasi tentang pemujaan syaithan yang biasanya remaja tertarik dengan cerita-cerita yang seru.

Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, dengan tidak meninggalkan sikap bertanya terutama kepada orang-orang yang tepat seperti orang tua, guru, ustadz dan lain-lain. Sehingga Bunga dan temannya memiliki wawasan berpikir yang luas dan serta mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah yang membantu dalam mengambil keputusan. Saling menanamkan kebanggaan diantara Bunga dan temannya, bahwa menjadi anak Muslim yang gaul bukan berarti harus ikut dengan apa yang menjadi trend atau budaya. Padahal budaya yang diikuti tidak sejalan dengan adat dan agama. Beritahu temannya, bahkan menjadi muslim saja sudah sangat keren sesuai dengan yang dikatakan oleh Allah, bahwa kita adalah mahluk yang terbaik yang diciptakan. Ajak temannya untuk melakukan aktifitas alternatif yang dapat mengalihkan perhatiannya yang terfokus pada idolanya. Kembangkan hobi bersama seperti berolahraga bersama, memasak bersama atau bahkan ikut dalam kumpulan diskusi remaja mesjid di sekitar rumah Bunga dan temannya.

Mungkin itu sedikit tips yang dapat Bunda berikan, semoga apa yang disampaikan dapat sedikit membantu Bunga memahami hal-hal yang jadi pemikiran Bunga.

Pertanyaan Bunga terakhir tentang tidak sengaja melihat materi yang dianggap sebagai Pornografi, maka Bunga dapat memperbaikinya dengan tidak mengulanginya. Karena memang melihat materi pornografi dalam hukum Islam sudah termasuk berdosa. Rasulullah bersabda : “Allah Swt. melaknat orang yang melihat aurat orang lain dan orang yang memperlihatkan auratnya”. Namun kita harus ingat bahwa tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni selama kita melakukan taubat yaitu dengan: mengetahui bahwa perbuatan itu adalah perbuatan dosa, menyesali telah melakukan dosa tersebut, berjanji untuk tidak mengulanginya dan terus menerus melakukan perbuatan baik.

Demikian jawaban dari Bunda, jika masih ada hal yang ingin ditanyakan, dengan senang hati Bunda selalu menunggu surat dari Bunga.

Tetap semangat dan terus belajar ya…

Wassalam

Jawaban oleh Rita Soebagio (This is Gender)
Red: Catalist Fist

Sumber: http://www.undergroundtauhid.com/pertanyaan-tentang-feminisme-dan-tips-tips-agar-tidak-ngefans-lady-gaga/

“Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar”

Baca juga :

Posted on 29 Mei 2012, in Feminisme and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: