Inginkan Bible Satu Versi, Uskup AS akan Revisi Perjanjian Baru NAB

Para Uskup Amerika Serikat (AS), baru-baru ini, mengumumkan rencana untuk merevisi Perjanjian Baru dari New American Bible. Revisi itu bertujuan menyatukan berbagai versi terjemahan Bible yang ada.”Tujuannya adalah untuk menghasilkan terjemahan yang tunggal,” kata Kardinal Donald W. Wuerl dari Washington DC pada 14 Juni lalu.

Wuerl menjelaskan, komite para uskup dalam urusan Ibadat dan Doktrin menyatakan keinginan adanya satu terjemahan yang cocok untuk semua aplikasi pastoral, termasuk doa individu, studi dan penggunaan kebaktian, bersama dengan proklamasi liturgi.

Terjemahan baru akan “memberikan kami salah satu sumber bahasa ketika kita berbicara tentang Firman Tuhan,” ujarnya.

Wuerl mengakui, proyek menyatukan versi Bible tersebut adalah pekerjaan berat yang memakan waktu sangat lama dan membutuhkan langkah-langkah yang panjang. Sebagai perbandingan, proyek penterjemahan dengan merevisi Perjanjian Lama New American Bible berlangsung sekitar tujuh tahun, dari 1994 sampai 2001.

Wuerl menambahkan, revisi terjemahan Bible tersebut akan menggunakan prinsip yang sama yang dipandu dengan revisi terakhir dari Perjanjian Lama dalam New American Bible, serta norma untuk menerjemahkan Kitab Suci.

“Para sarjana injil yang bertanggung jawab untuk merevisi injil akan melakukannya dengan sangat sensitif kemudian mengajukannya ke pastoral, doktrinal, pertimbangan liturgi” saat mereka bekerja untuk menghasilkan konsep, yang kemudian akan disajikan untuk review dan persetujuan awal oleh subkomite terjemahan Kitab Suci.

Pengumuman rencana revisi untuk menyatukan berbagai versi terjemahan perjanjian baru itu sontak mendapatkan banyak tanggapan di kalangan Kristiani sendiri. Sedikitnya 52 komentar sejak 19 Juni lalu mewarnai pengumuman di laman chatolicnewsagency. Ada yang ingin bertahan pada versi lama terjemahan the Douay Rheims. Lalu dibantah orang lain bahwa versi itu terlalu mengada-ada karena berasal dari terjemahan Yunani ke Latin, baru ke Inggris. Ada juga umat Kristiani yang mengkhawatirkan revisi ini akan digunakan bahan argumentasi oleh kalangan Muslim bahwa Alkitab telah diubah dan hanya Al-Qur’an yang tidak pernah mengalami perubahan.  [BD/amoeba]

Baca juga :

Posted on 28 Juni 2012, in Berita Dunia and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: