Menteri Kesehatan dan Kondom..

Jika rumah anda terbakar, anda menyelamatkan barang-barang terlebih dahulu, atau mencoba memadamkan api?

Hari ini, saya membaca berita yang membuat saya meringis dan mengelus-elus dada saya sendiri. Yuk kita ikuti beritanya:

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengungkapkan, akan kembali mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko. Hal itu menurutnya, menjadi salah satu indikator penting untuk menurunkan angka HIV/AIDS di Indonesia yang kasusnya masih sangat tinggi.

 

“Seluruh jajaran kami siap untuk mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko,” ujarnya, saat jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Kamis, (14/6/2012), di Jakarta.

“Oleh karena itu ada kampanye yang menyasar generasi muda 15-24 tahun,” ujarnya. (Kompas.com)

Hmmm.. Saya koq jadi ingat kebijakan pembagian jarum suntik untuk para pengguna narkoba.

Kebijakan-kebijakan seperti ini, sering saya juluki kebijakan ‘angkat tangan’. Pemerintah sudah angkat tangan memberantas peredaran narkoba, lalu berfikir ‘ya sudahlah, yang penting makai narkobanya secara aman’, dan kemudian keliling-keliling menawari jarum suntik bagi para pengguna narkoba yang kehabisan stok jarum. Kenapa ga sekalian mengundang para pengedar narkoba, dan mengharuskan mereka menjual paket narkoba three in one (narkoba, jarum suntik, dan tiket diskotik biar mereka bisa ajeb-ajeb sampai pagi)?

Sekarang pemerintah kelihatannya juga sudah angkat tangan dengan kasus seks bebas di kalangan remaja, sehingga berfikir ‘ya sudahlah, yuk kita bagi-bagi kan kondom aja kepada para remaja yang lagi kepepet’. Saya jadi membayangkan rekan-rekan saya di dinkes keliling-keliling menemui para remaja yang lagi mojok dan menawarkan kondom gratis, lalu pergi lagi agar pasangan remaja tersebut bebas melanjutkan ‘aktivitasnya’. Apa mungkin kita perlu sediakan pak polisi di tempat-tempat remaja kencan, yang bergegas meniup peluit dan memberikan surat tilang kepada sang remaja cowok yang melanggar peraturan wajib helm, eh, kondom?

Membagikan kondom gratis kepada para remaja, akan meningkatkan angka seks bebas, atau menurunkannya? Kita jadinya sibuk memerangi akibat (AIDS), tapi kurang peduli dengan penyebabnya (seks bebas).

Narkoba dan seks bebas, menurut hemat saya, memang sudah mengancam generasi muda. Maaf, saya tarik kata-kata saya. Narkoba dan seks bebas, sudah sangat menghancurkan banyak generasi muda kita. Memberikan solusi: “silahkan pakai narkoba dan seks bebas, asal aman’, sama saja dengan kita sibuk menyelamatkan barang-barang dari sekumpulan rumah yang terbakar, tanpa berusaha keras memadamkan apinya terlebih dahulu. Sementara kita sibuk gotong-gotong lemari dan kulkas, api kebakaran tersebut, terus merambat dan menghanguskan semua rumah yang ada di sekeliling kita, sampai tak ada yang tersisa.

Mungkin suatu saat, kita cuma bisa berdiri termangu dengan kondom di tangan kiri dan jarum suntik di tangan kanan, menatap seluruh generasi muda kita, jatuh satu per satu di hadapan kita.. (kompasiana.com)

Baca juga :

Posted on 2 Juli 2012, in Dewasa and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: