Pikiran Sekuler Jokowi dan Ahok Mulai Dipersoalkan

Penolakan terhadap calon gubernur yang memahami ajaran sekuler mulai muncul. Ini tentu berdampak buruk pada pencalonan Joko Widodo-Basuki T Puranama yang dari awal bertekad akan lebih mendahulukan kitab konstitusi dalam kehidupan bernegara dibanding menggunakan kitab suci.

Mantan Ketua KNPI DKI Jakarta, Arif Rahman mengatakan apa yang disampaikan oleh Cawagub Ahok, behawa negara harus lebih patuh pada ayat konstitusi daripada ayat suci merupakan suatu hal yang kerdil dan dangkal. Dan seharusnya hal seperti itu tidak usah di wacanakan ke publik karena semua tahu bahwa hal tesebut merupakan ranah kenegaraan dan ranah pribadi orang perorang.

“Kalau mereka memahami esensi dari konstitusi akan ada pemahaman nilai spiritualitas dari konstitusi yang sudah pasti berlandaskan dari nilai nilai keagamaan yg bersumber dari kitab suci. Jadi hal tersebut merupakan pemikiran yang sempit dan tidak pantas di ucapkan oleh calon pemimpin,” kata Arif saat dihubungi pada Selasa malam (3/7).



Wacana kesukuan yang juga di lontarkan bahwa Jakarta bukan milik jawa dan betawi oleh Jokowi dan Ahok juga membuktikan bahwa kedua pasangan ini hanya memahami kulit luarnya saja dari masalah dan problematika yang ada di Ibukota Jakarta. Dan ucapan bertendensi lebih ke arah penyekatan dari semangat kebersamaan yg sudah terbangun dgn baik di Ibukota negara yang kita cintai ini.

“Warga jakarta butuh pemimpin yang bisa merangkul semua golongan masyarakat tanpa melihat latar belakang suku,agama dan ras. Bukan pemimpin yang malah memprovokasi dan menyekat nyekat rasa kebersamaan masyarakat Jakarta,” tegasnya.

Arif menambahkan, Jakarta merupakan pusat negara dan pusat pemerintahan yang harus dipimpin oleh pemimpin yang berpengalaman dan memahami kondisi nyata kota Jakarta. “Pemimpin yang punya hubungan luas dengan segala lapisan masyarakat,” tandas Arif yang kini menjabat sebagai Ketua DPP KNPI. [ysa]

==========================================

Sejatinya negeri ini sudah jelas, dibangun di atas sendi-sendi agama para pemeluknya. Sila pertama Pancasila, menggambarkan bagaimana para pendiri menghendaki kemana arahnya.

Ketenangan dan kematangan itu, tidak-tiba diusik oleh Jakowi dan Ahok, dengan ide sekularisme. Bahkan para pendukungnya sudah berani menolak ayat suci, khususnya yang digunakan untuk menolak konser Lady Gaga.

Semua orang tahu, penolak Lady Gaga yang menjadi ikon pornografi adalah kaum Islam, dengan Al Quran sebagai dalilnya.

Secara tidak langsung, berarti menolak Al Quran, cuma bahasanya diperhalus.

Kampanye tolak ayat suci, kampanye sekularisme, dll, pada hakekatnya adalah teror pesikologis, teror ideologi, atas apa yang sudah ada di masyarakat.

Mungkinkah Jakowi-Ahok sedang meneror ideologi masyarakat, yang selama ini berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang dianutnya, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

http://forum.detik.com/kampanye-sekularisme-jakowi-ahok-teror-ideologi-t453932.html

Baca juga :

Posted on 5 Juli 2012, in Sekulerisme and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: