Awas! Proyek “Save Maryam”

Mengandung Kebohongan yang memicu Xenophobia dan Disintegrasi Bangsa.

Dear Sahabat MPers,

Pada tanggal 5 Maret 2012 yang lalu sebuah organisasi nirlaba: The Invisible Children Inc. meng-upload sebuah video berdurasi 30 menit ke Youtube yang bercerita mengenai Joseph Kony, seorang pemimpin pasukan pemberontak di Uganda: Lord’s Resistance Army (LRA). Link video: KONY 2012 I dan KONY 2012 II

Dalam waktu seminggu sudah ditonton oleh sekitar 80 juta orang dari seluruh dunia, ini membuatnya menjadi video viral dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa. Dalam narasinya, Jason Russel (pembuat film) mengatakan kalau kampanyenya memiliki tujuan untuk menekan pemerintah internasional agar menangkap Joseph Kony yang merekrut paksa anak-anak di Uganda menjadi tentara pendukungnya yang disebut Tentara Perlawanan Tuhan.

Video ini begitu menyebar dengan cepat, karena mengandung cerita yang emosional, mudah dipahami pesannya, di akhir video terdapat step-by-step yang begitu sederhana mengenai apa yang dapat pemirsa lakukan untuk mulai bertindak sekarang. Selain itu juga melibatkan taste makers seperti musisi, artis, pembawa acara televisi, pengusaha, pejabat yang memiliki “suara yang kuat” dalam mengambil kebijakan negara. Dengan nama-nama besar dibelakang gerakan ini, tentunya tidak sulit untuk membuatnya menjadi viral saat itu. Dukungan donasipun mengalir dengan derasnya.

Invisible Children membuat seluruh gerakan ini fokus untuk menghasilkan dampak yang besar. Mereka juga mengajak seluruh pendukung Kony 2012 untuk menutup jalanan dengan poster, spanduk, atau apapun yang mereka bisa untuk menunjukkan dukungan. Awalnya semuanya tampak begitu meyakinkan. Hingga suatu saat, kebohongan gerakan ini tercium. Mashable adalah salah satu media pertama yang mempertanyakan gerakan ini. Lewat artikelnya “Kony 2012: Is the Viral Campaign A Scam?”, mereka membahas pendapat yang berasal dari sebuah blog: Visible Children. Blog ini mendedikasikan dirinya untuk membahas temuan-temuan janggal seputar Kony 2012 dan organisasi Invisible Children. Media senang dengan kontroversi, sehingga berita seputar kontroversi ini lalu membesar dan masuk ke media mainstream. Yang pada akhirnya semakin terkuaklah kebohongan misi gerakan ini. Pembuat video itu pun kemudian tertangkap. Ia terbukti telah menyalahgunakan donasi yang terkumpul dari seluruh dunia.

Skandal KONY 2012 belum lama berlalu, namun campaign type-nya telah menginspirasi sebuah proyek yang baru saja dilahirkan dengan menjual cerita bombastis guna “mempengaruhi” para penduduk dunia.

Proyek apakah itu? Silakan simak baik-baik jurnal ini sampai selesai.

Ada sebuah lembaga karitas bernama Mercy Mission World (MMW) yang mengorganisir proyek bernama “Save Maryam”. Pada tanggal 21 Juli 2012, mereka mengupload dan menyebarkan video dengan judul “Save Maryam” ke Youtube dan mengajak semua orang di seluruh dunia peduli terhadap masalah pemurtadan di Indonesia dan mengajak mereka memberikan donasi kepada lembaga tersebut. Mereka menggunakan sistem viral melalui internet dengan harapan dapat mengumpulkan donasi total yang berjumlah US$ 2,000,000 (USD 2 Juta). Lembaga ini beralamat di: P.O. Box 18776, London, E6 3AE, United Kingdom.

Mereka menamakan proyek ini “Save Maryam”, sebagai simbol penyelamatan seorang Maryam (Islam) agar tidak menjadi Mary / Maria (Kristen). Detailnya, silakan menyimak video di bawah ini.

Dalam videonya, menurut “Save Maryam”:
(1). Setiap tahun ada 2 juta Muslim di Indonesia pindah agama, masuk Kristen.
(2). Di tahun 2035, Indonesia akan tidak lagi menjadi negara berpopulasi Muslim terbesar dunia, jika kristenisasi yang massif sukses tak terbendung.
(3). Atas kedua poin di atas, mereka mempunyai program-program yang akan dilaksanakan di Indonesia untuk mencegah gelombang besar pemurtadan. Untuk itu mereka membutuhkan dana yang cukup besar.

Tampaknya campaign type video KONY 2012 adalah sebuah cara baru dalam mengumpulkan uang dari seluruh dunia. Sepertinya ini kemudian di adopsi oleh proyek Save Maryam yang mengeksploitasi Indonesia dengan menciptakan video yang bombastis dan memakai fakta-fakta dan angka-angka yang dimanipulasi dengan tujuan untuk memenuhi ambisi mereka mendapatkan sumbangan sebesar USD 2 Juta.

Setelah melihat video murahan yang penuh ketidak-jujuran tersebut rasanya saya pengen marah sekali, apalagi melihat begitu banyak yang ikut-ikutan membantu menyebarkannya, mereka (mungkin) menganggap hal itu menjadi bagian dari dakwahnya tanpa mempertimbangkan adanya bahaya yang jauh lebih besar dari sikapnya itu. Menyebarkan tanpa terlebih dahulu mengevaluasinya. Sebuah etika yang buruk dalam dunia maya. Bahkan sampai jurnal ini saya tulis juga tidak ada klarifikasi dari “media Islam rujukan”, yang telah mengutip press release proyek “Save Maryam”, kemudian mempublikasikannya tanpa analisa terlebih dahulu. Justru saya salut dengan sikap ustad Salim A. Fillah yang telah meng-koordinasikan timnya untuk kroscek langsung ke London, tempat kantor lembaga ini berada.
.
Apa saja ketidak-jujuran yang disampaikan dalam video tersebut?

Bukti Kebohongan #1

Guna memperjelas video campaign-nya, pada tanggal 25 Juli 2012 MMW mengeluarkan press release yang memuat data statistik tentang jumlah rata-rata Muslim Indonesia per tahun yang pindah agama masuk Kristen, yakni 2.014.837 orang, berdasarkan himpunan data dari tahun 2000 sampai 2009. MMW memakai data yang klaimnya berasal dari 4 sumber: World Harvest, Secretbelievers, International Crisis Group (ICG), dan Departemen Agama RI.

Tapi saya ragu terhadap data statistik yang diajukan Save Maryam. Angka 2.014.837 adalah angka yang woww… fantastis!. Secara angka sungguh tidak wajar, jauh dari data resmi Sensus Penduduk yang dikeluarkan oleh BPS (Biro Pusat Statistik), dengan fakta berikut ini:

Rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya (2000 – 2010):
Total = (237.641.326 – 201.241.999) / 10 = 3.639.933
Islam = (207.176.162 – 177.528.772) / 10 =  2.964.739
Protestan = (16.528.513 – 11.820.075) / 10 =  470.844
Katolik = (6.907.873 – 6.134.902) / 10 =  77.297
Kristen (Protestan + Katolik) = (470.844 + 77.297) =  548.141

Dari tahun 2000 ke 2010, total populasi Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3.639.933 per tahun, dimana dalam periode tersebut:
– Populasi umat Islam meningkat = 2.964.739 per tahun.
– Populasi umat Kristen meningkat = 548,141 per tahun.

Jika total pemeluk agama Kristen meningkat 548,141 per tahun, bagaimana mungkin ada 2 Juta umat Islam murtad setiap tahunnya?
Dan dari 548,141 itu, persentase terbesar tentu saja berasal dari pertambahan alamiah (angka kelahiran). Jadi, pertambahan tahunan yang berasal dari perpindahan dari agama lain bahkan lebih kecil lagi.

Jadi, klaim proyek Save Maryam bahwa 2 juta Muslim Indonesia pindah agama, masuk Kristen, per tahun, sesungguhnya cuma SEBUAH DUSTA. Jika mereka berani membesar-besarkan fakta-fakta yang eksak, bagaimana saya dapat percaya bahwa mereka tidak membesar-besarkan fakta-fakta lainnya?

Angka 2 juta yang bombastis itu saya kuatirkan bisa menyulut bibit-bibit XENOPHOBIC, kebencian antar warga yang berlebihan. Kebencian yang seharusnya tidak perlu terjadi, karena kenyataannya tidaklah se-fantastis itu angkanya. Yang pada akhirnya kita akan terjebak pada upaya yang kontraprodukif dalam upaya membangun negeri ini. Semangat membangun negeri disusupi dengan semangat saling curiga tingkat tinggi, karena terjadi gap / benturan yang keras dengan saudara-saudara yang beraliran berbeda. Konflik horisontal berpotensial semakin meluas. Bahaya disintegrasi mengancam !

Bukti Kebohongan #2 :

Mereka meng-klaim di dalam video ini bahwa data yang mereka peroleh bersumber dari International Crisis Group 2012. Faktanya bila Anda pause video tersebut pada menit ke 00:36, Anda akan melihat bagaimana surat itu cima dibuat-buat. Pada kepala surat tertulis “International Crisis Group”, tetapi jika Anda melihat tanggal di sebelah kiri di bawah tulisan “Public Briefing”, tertulis: “Jakarta/Brussels, 24 November 2012”. Lha saya menulis jurnal ini saja masih di bulan Juli 2012. So, how a letter could be produced for a meeting that is taking place in the future (November 2012)?

Bukti Kebohongan #3 :

Dalam press release MMW itu ditulis bahwa gerakan mereka sudah didahului riset yang intensif dan ekstensif dengan melibatkan banyak pihak di Indonesia, yakni alim ulama, profesor muslim, wartawan, aktivis muslim, anggota komite masjid, usahawan, dan ummah. Dikatakan bahwa mereka semua melihat bahwa memang sedang terjadi pemurtadan umat Muslim di Indonesia dalam jumlah besar. Mereka juga menyatakan bahwa gerakan mereka untuk mencegah Kristenisasi ini dijalankan dengan kerja sama dengan organisasi Muhammadiyah. Benarkah?

Pada kenyataannya tidak ada official information dari pengurus besar Muhammadiyah di Indonesia seputar kerjasamanya dengan MMW untuk proyek Save Maryam ini. Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah DIn Syamsudin ketika dikonfirmasi via twitter, beliau menjawab tidak tahu menahu soal ini.

Press release MMW itu ditutup dengan kutipan teks dari Surat Al-Anfal ayat 46, yang mereka tafsirkan: “Jangan berdebat di antaramu sendiri, yang mengakibatkan strategimu gagal dan kekuatanmu menyusut.” Ya, tampaknya MMW menghendaki proyek “Save Maryam” dijalankan tanpa kompromi, tanpa dialog, tanpa debat, dan umat Muslim di seluruh dunia (bukan hanya Indonesia) diminta untuk ikut saja, tanpa terpecah-belah. Sehingga pengumpulan dana berjalan lancar.

Anda-pun juga sepantasnya curiga terhadap kegiatannya yang kelihatannya baik namun dibungkus dengan kebohongan – kebohongan.

Pemurtadan memang nyata terjadi dimana-mana, bukan hanya di Indonesia, di negara lain juga terjadi. Namun kenyataannya angkanya kecil. Begitu juga sebaliknya yang berpindah agama dari Kristen ke Islam, atau ke agama lain. Itu juga terjadi. Saya baca ada media Kristen yang juga mengeluhkan umatnya yang meng-konvert agamanya ke agama lain. Di masjid raya di tempat saya tinggal di setiap malam minggunya selalu saja ada prosesi beberapa Maria yang menjadi Maryam. Jadi, soal perpindahan agama bukan masalah umat Islam saja. Namun demikian, kami umat Islam tetap menganggap bahwa pemurtadan adalah masalah yang serius.

Saya sendiri bertanya, mengapa lembaga asing seperti MMW itu mau ikut campur mengurusi kehidupan umat Muslim Indonesia. Tentu siapapun boleh peduli pada umat Muslim Indonesia, sama seperti Barat juga boleh peduli pada umat Kristen di Indonesia. Tapi, yang saya lihat sebagai persoalannya adalah proyek Save Maryam bisa dikatakan terlalu jauh mencampuri kehidupan umat Muslim Indonesia. Dengan dana sebesar ini, para pelaksana proyek Save Maryam bisa leluasa melakukan apa saja di Indonesia, atau malah tidak melakukan hal apapun setelah mengantongi dana besar itu, seperti kasus Kony 2012 yang saya singgung di atas.

Di Indonesia, banyak organisasi Islam, dan sekian banyak organisasi itu selalu peduli tentang kondisi muslim di Indonesia. Organisasi – organisasi tersebut mempunyai banyak sumber daya khususnya finansial. Jika fakta pemurtadan yang jumlahnya fantastis itu adalah benar, maka organisasi Islam di Indonesia pasti akan lebih dahulu tahu akan hal itu.

Mari teman-teman, luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk bersama-sama meng-evaluasi proyek “Save Maryam”, yang sedang aktif dikampanyekan dalam bulan puasa 2012 ini. Silakan sumbang saran di sini maupun di media milik Anda. Boleh saja bila ingin mengambil sikap tidak peduli pada apapun yang sedang dan akan dilakukan “Save Maryam”. Namun, saya melihat proyek “Save Maryam” ini berpotensial memecahbelah bangsa kita. Inilah bahayanya!

Informasi sementara pagi ini, mereka telah meng-klarifikasi bahwa Proyek Save Maryam adalah bukan bermaksud untuk penipuan. Silakan baca di sini.

Ya… akhirnya mereka mengakui bahwa telah terjadi lack of consultancy dengan orang Indonesia, terutama yang bermukim di luar negeri sehingga membuat beberapa data di dalam video Save Maryam agak berlebihan. Mereka mengatakan, “We don’t know any Indonesian living in the UK whom we can get advice from.” Poin penting lainnya (kata mereka) bahwa video itu bertujuan untuk menumbuhkan awareness saja, belum lagi pada tahap implementasi rencana-rencana mereka.
Demikian pengakuannya.

Apa? Semudah itukah pengakuannya?
Mana yang katanya mereka telah melakukan penelitian intensif dan ekstensif bersama banyak pihak yang kompeten sebelum proyek mereka di launching?
Bagaimana dengan video yang telah disebar luas oleh mereka yang tidak memikirkan dampaknya atas kerancuan dalam video tersebut?

Meskipun mereka niatnya hanya ingin menumbuhkan awareness, namun saya menilai caranya itu sangat keterlaluan. Upaya seperti itu yang mencoba memanfaatkan faktor psikologi massa dengan membakar sisi emosionalnya melalui video dan press release-nya. Faktanya ini tidak lebih dari NEGATIVE CAMPAIGN. Mengangkat kasus dengan menjelek-jelekkan agama lain (Kristen) sebagai biang pemurtadan. Dengan mendiskreditkan agama lain, maka citra Islam jadi sama buruknya, bukan?!

Jika niatnya ingin membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas umat Muslim di Indonesia tidak perlulah NEGATIVE CAMPAIGN terhadap agama lain seperti itu. Fokuskan saja pada upaya bagaimana memperbaiki kualitas keimanan, kualitas metode pengajaran, kualitas sikap dalam keberagaman, dan kualitas yang dirasa kritikal lainnya. Saya justru salut dengan sebuah video dari agama non muslim (Kristen) yang berupaya bagaimana meningatkan kualitas iman mereka tanpa sedikitpun menyinggung umat Muslim atau umat agama lain sebagai penyebab kemunduran agama mereka. Sangat elegan. Kawan-kawan saya yang muslim perlu tahu, bagaimana cara mereka melakukan evaluasi guna menginisiasi sebuah proyek. Coba perhatikan video Program Anak Bersinar di bawah ini:

Evaluasi dalam video tersebut lebih mengarah ke dalam diri umat Kristen, bukan terang – terangan mencari kambing hitam (pada umat lain) mengapa mereka keluar dari iman Kristen. Sungguh elegan. Seharusnya demikian pula dengan mereka yang ingin membuat proyek perbaikan umat Islam. Fokuskan pada perbaikan dari dalam umat Islam itu sendiri.

Bagaimana respon dari seluruh dunia setelah mereka melihat video Save Maryam ini?

Hampir semua komentar di Youtube sungguh sangat menghina kita. SaveMaryam telah berhasil menggambarkan Indonesia sebagai bangsa tak berdaya. Mereka mengira kita adalah warga inferior dan bodoh yang tidak bisa mendapatkan pendidikan Agama Islam di sekolah, dan kita perlu sarjana dari luar negeri untuk mengajarkan Islam di Indonesia dan menyelamatkan bangsa. Jadi, kesannya kok sia-sia banget perjuangan para da’i di seluruh pelosok Nusantara dalam menanamkan akidah umat Islam. Kesannnya program penanaman akidah di negeri ini hancur total. Padahal kenyataannya tidak semengerikan yang mereka bayangkan.

Coba lihat komentar mereka di link video Save Maryam. Komentar mereka saya rasa cukup mewakili perasaan umat Islam di seluruh dunia. Inilah sebagian komentar mereka yang saya kutip:

“How can Indonesian people themselves donate, when the donation website is only for UK people? We should try to hold “Coin for Maryam” because Indonesians love “donating coins”

“u know what.i think u should go to indonesia yourself too see how muslim lives there.its a big country yet poor condition.”

“$200 million dollars would be like loose change for them, but would they spend it for something like this? Maybe not…maybe on buying a player for a football club worth that much.”

“No wonder why Indonesia got tsunami from Allah, anyways i believed the video and donate 24 dollar, i just hope its not a scam, because all around the world nowadays every where i see christian converting to islam, even 2 of my close friend converted to islam from Christainaty in New York USA”

“Indonesia is really a troubled country. They have problem attitude, high poverty rate, and they are confused about their self. Yet, they still argue with their brother, Malaysia. I am also a Malaysian, and I will help to share this mission.”

… dan masih banyak lagi.

Anehnya komen saya yang saya tulis di kolom Youtube sejak 4 hari yang lalu sampai sekarang tidak dimunculkan. Kolom komentar telah disetting untuk di-moderasi. Hanya komentar-komentar bernada dukungan yang dimuat di sana.
So, masihkan Anda percaya pada mereka?

Meskipun telah ada klarifikasi bahwa mereka tidak melakukan penipuan. Namun, kalau dalam soal data saja mereka berbohong atau tidak valid, saya pribadi meragukan sepenuhnya gerakan selanjutnya. Justru sikap waspada yang seharusnya tumbuh pada proyek Save Maryam ini, bahwa kita sedang diadu domba. Apalagi ditambah dengan penggalangan dana yang diharapkan mampu membakar emosi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Sumbangan itu tidak jelas peruntukannya untuk kepentingan apa, tidak ada koordinasi dengan pemerintah Indonesia. Hey, ini Negaraku, janganlah engkau mengobok-obok ketenteraman di negeri ini!

Terakhir.
Seruan di bawah ini patut kita layangkan kepada si pembuat video dan penggagas proyek Save Maryam:

(1). Menuntut mereka untuk menarik videonya dan berhenti menyebarkan kampanye yang mengandung kebohongan. Kebohongan yang telah dilakukan itu setara dengan tindakan kriminalitas dalam hal memalsukan data dan menyebarluaskan ke publik.
(2). Meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena memberikan gambaran yang salah.
(3). Meminta maaf kepada seluruh warga dunia karena telah memberikan informasi yang salah.
(4). Meminta maaf kepada mereka yang telah memberikan donasi karena telah memberikan informasi yang menyesatkan. Selanjutnya hentikan penggalangan donasi.

For whatever reasons (or intentions or goals), if you incorporate lies to your project, it won’t bring you any “Barakah” (Blessing from Allah SWT). Every dollar you get won’t bring you any “Barakah”. It will only lead you to a disaster. Naudzu billahi min dzalik!

Harapan saya untuk para penyebar video, termasuk media Islam:

(1). Segera lakukan klarifikasi terkait program yang tidak jelas itu.
(2). Kalau tidak mampu membuat klarifikasi, cukup hapus saja postingan Anda itu, karena sama saja Anda menyebarkan berita bohong di bulan suci ini.
(3). Ada baiknya juga meminta maaf, karena ikut membantu menyebarkan kabar bohong.

Harapan saya kepada Pemerintah yang berwenang dalam menangani masalah ini:

(1). Segera tanamkan kepekaan pada masalah ini, agar tidak menjadi bagian dari gunung es yang siap meledak.
(2). Beri sikap yang tegas kepada penggagas proyek Save Maryam.

Terimakasih kepada Bung Maulana yang tinggal di Manchester, UK, yang memberikan support berupa banyak data kepada tim ustad Salim A.Fillah dalam upayanya melakukan kroscek langsung ke markas lembaga asing ini di London.
Terimakasih juga kepada para pembaca jurnal ini yang telah membantu menyebarkan klarifikasi ini. Mengimbangi negative campaign yang dilakukan banyak pihak tanpa sadar

Salam hangat dan tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

#****************#
Referensi:
1). Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia oleh Center for Religious and Cross-Cultural Studies UGM, periode tahun 2009, 2010, dan 2011.
2). “Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut [Population by Region and Religion]”. Sensus Penduduk 2010. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik. 15 May 2010. Retrieved 27 July 2012.
3). #SaveMaryam – A KONY 2012 type campaign, misleading & very insulting to Indonesian Muslims
4). Understanding #SaveMaryam’s Press Release – Incompetent or Dishonest? (or both).
5). ICG Policy Briefing: Indonesia: “Christianisation” and Intolerance

Sebelumnya: [Xenophobia] Nonton Bareng Film Bertema Xenophobia (#1)
Selanjutnya : [SaveMaryam #2] Dengan memelihara kedustaan, apakah ada keberkahan di dalamnya?

>> http://fightforfreedom.multiply.com/journal/item/89/Awas-Proyek-Save-Maryam-Mengandung-Kebohongan-yang-memicu-Xenophobia-dan-Disintegrasi-Bangsa

_

Baca juga :

Posted on 31 Juli 2012, in Kontroversi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Silakan baca pelan-pelan tulisan saya.
    Saya hanya ingin menyampaikan alarm, bung!

    (1). Proyek SaveMaryam mengandung kebohongan.
    Coba sampeyan telusuri dg cermat, kebohongan-kebohongannya itu, tambahannya ada bertebaran di kolom komen.
    Saya masih memegang prinsip “ZERO TOLERANCE” untuk kebohongan. Mau untuk tujuan dan alasan apapun kebohongan itu tidak bisa ditolerir. Baik secara agama maupun hukum, itu adalah SALAH!

    (2). Video bikinan SaveMaryam itu sama dengan upaya menciptakan konflik horisontal. Tidak sadarkah Anda soal itu? Apakah tidak ada cara lain (dalam pembuatan video) yg lebih elegan untuk menyadarkan seseorang agar kuat keimanannya?
    Sedangkan video ke-2 adalah contoh bagaimana membuat video tanpa harus menyinggung umat lain.
    Kalo kita menyinggung umat lain itu sama saja dg mengkerdilkan kita sendiri.

    Saya muslim yg juga tidak mendukung adanya kegiatan pemurtadan (apalagi dg pemaksaan). Soal pencegahannya kenapa tidak mempercayakan hal itu kepada diri kita sendiri, kepada ulama-ulama lokal yg sudah jelas kemampuannya. Mengapa Anda begitu berharap kepada sesuatu yang tidak jelas, yang gerakannya mengandung kebohongan-kebohongan. Apalagi itu menyangkut dana publik. Menyangkut kehormatan dan harga diri kita sbg bangsa Indonesia yg sudah dianggap tidak berdaya di mata asing (baca komentar2 mereka di youtube atau fb milik savemaryam). Seakan-akan peran para ulama kita tidak ada artinya selama ini.

    Sekali lagi, saya hanya menyampaikan alarm, bung!
    Semoga Anda paham.

  2. Saya setuju dengan paparan anda dalam tulisan di atas bung. Bahwa sensitifitas dalam soal keagamaan yang mayoritas di Indonesia sedang dimanfaatkan oleh suatu kelompok orang untuk kepentingan entah apa.

    Dalam Islam pun tidak boleh berpihak atau mengikuti suatu pendapat atau membenarkan suatu keadaan tanpa mencari akar kebenarannya terlebih dahulu.

    Ijin share tulisan anda ya.

    Salam

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: