Pria Berperut Buncit Rawan Osteoporosis

perut buncitOsteoporosis bukan cuma masalah perempuan. Pria pun bisa terancam penyakit pengeroposan tulang. Studi oleh peneliti Harvard Medical School menemukan pria dengan lemak berlebihan di bagian perut rentan terkena osteoporosis. Lemak berlebihan di bagian perut biasanya dikenal sebagai perut bir (beer bellies).
“Kebanyakan studi tentang osteoporosis memfokuskan pada perempuan. Di lain pihak, laki-laki dipikir relatif terlindungi terhadap kehilangan massa tulang, khususnya pria obesitas,” kepala peneliti Dr Miriam Bredella, sebagaimana dilansir dari situs Daily Mail, Jumat, 30 November 2011.

Menurut peneliti, kondisi yang membuat tulang rawan patah disebabkan tulang kehilangan kepadatannya. Sepertiga perempuan mengalami satu atau lebih tulang patah sepanjang hidup mereka. Sedangkan kejadian pada pria berkisar satu dari lima orang.

Untuk menguji asumsi ini, Bredella dan timnya melakukan riset terhadap 35 pria obesitas. Rata-rata usia mereka 34 tahun dan indeks massa tubuh rata-rata 36,5. Partisipan itu dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok dengan lemak subkulit, dimana letak lemak tepat di bawah kulit dan tersebar di seluruh tubuh, dan satu kelompok lagi dengan lemak intra-abdominal, yaitu lemak yang letaknya jauh di bawah jaringan otot dalam rongga perut.

Lemak perut, yang menyebabkan perut buncit meski pada orang kurus, jauh lebih mengancam karena lemak dibentuk di antara organ dalam dan kuat dikaitkan dengan penyakit jantung.

“Yang mengejutkan kami, pria-pria dengan lemak perut punya tulang lebih rapuh dibanding kelompok lemak subkulit. Padahal, kedua kelompok itu adalah pria dengan derajat obesitas yang sama dan umur yang sama,” kata Bredella.

Untuk studinya ini, tim peneliti menempatkan para pria di perangkat tomografi atau CT scan pada perut dan paha untuk mengukur lemak dan massa otot. Hasilnya, tulang pada kelompok pria dengan lemak perut hampir dua kali lipat lebih rapuh dibanding mereka dengan lemak subkulit atau lemak yang menyebar di seluruh badan. Selain itu, peneliti juga menemukan massa otot secara positif berhubungan dengan kekuatan tulang.

Bredella menduga ada dua alasan mengapa lemak perut menyebabkan osteoporosis. Pertama, semua orang dengan lemak perut mensekresikan hormon pertumbuhan lebih sedikit. Padahal, hormon ini yang mengatur kesehatan tulang. Alasan kedua, lemak perut mensekresikan molekul tertentu yang menyebabkan peradangan, yang selanjutkan membuat perapuhan tulang.

Baca juga :

Iklan

Posted on 1 Desember 2012, in Health and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: