3 Tuntutan Rieke-Teten ke Mahkamah Konstitusi tentang Pilgub Jabar

Rieke-Diah-Pitaloka

Cagub Jawa Barat Rieke Dyah Pitaloka melaporkan pelanggaran yang dilakukan cagub Jabar incumbent Ahmad Heryawan (Aher) di Pilgub Jabar. Rieke mengajukan sejumlah tuntutan ke MK.

Pertama kita minta diskualifikasi Aher dan penetapan Rieke.

Kedua, kalau tidak diskualifikasi kami minta Pilkada ulang dengan empat kandidat tanpa ada Aher.

Ketiga, jika Aher tetap ingin ikut, kami minta Pilkada ulang tapi Bawaslu Pusat turun tangan,”

kata Arteria Dahlan, kuasa hukum Rieke, usai melaporkan gugatan ke MK di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2013)  seperti dilaporkan Detik.

Rieke didampingi kuasa hukum resmi melaporkan gugatan Pilgub Jabar pada pukul 15.12 WIB. Ada 160 halaman gugatan dilengkapi dengan 515 dokumen bukti.

“Dokumen bukti kami bukan hanya surat tapi ada audiovisualnya juga. Terdapat hasil perhitungan yang banyak bermasalah. Contohnya DPT Kab Bekasi pada saat Pilkada Bekasi tidak sama dengan Pilgub Jabar. Ada inkonsistensi terhadap suara sah dan tidak sah. Banyak suara untuk Rieke dianggap tidak sah,” beber Arteria.

Dia juga menuding KPPS sangat berpihak. Mengusulkan pemilih untuk memilih nomor 4 (Aher-Deddy Mizwar). Tim Rieke juga menuding pasangan nomor 4 memanipulasi perhitungan suara di KPU. Arteria pun membeberkan beberapa pelanggaran lainnya.

Iya, sepertinya KPPS kurang sosialisasi kepada warga. Terbukti, disalah satu daerah* (Pen), hampir 100 suara tidak mendapat surat undangan mencoblos. Alasannya, namanya tidak tercantup dalam DPT. Kan aneh, harusnya KPPS bertindak cepat mengatasi masalah ini, tapi ini tidak. Dan, ke 100 an warga ini adalah para pendukung no.4 Aher – Deddy Mizwar. Ini terlihat sekali ada upaya sabotase supaya warga tidak mencoblos. Alhasil, cagub no. 4 posisinya di bawah no.3 dan ada juga di bawah no. 5. Tapi apa yang Terjadi? Malah No. 4 yang menang secara keseluruhan.

“Penyelewengan dana bansos, raskin, bantuan desa, posyandu, honor guru, dipakai untuk kemenangan Pak Aher. Ada keterlibatan aktif perangkat desa, kepala dinas, dan guru PGRI untuk memenangkan nomor 4,” lanjutnya.

Padahal kalau diteliti lebih lagi, justru pihak-pihak seperti tercantum diatas menurut survey banyak yang memihak ke kandidat cagub yang lain, bukan memihak ke cagub no. 4 Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar. Justru suara untuk cagub no 4 banyak di jegal. Ini jadi aneh.

Bagi Rieke sendiri, gugatan ini bukan masalah legowo atau tidak, tapi menyangkut pertanggungjawaban terhadap rakyat Jabar. “Ini persoalan bagaimana proses demokratisasi berjalan baik. Rp 1 triliun digunakan KPU Jabar ini uang rakyat harus dipertanggungjawabkan. Bagi kami ini bukan soal legowo dan tidak legowo,” tegas Rieke di konferensi pers ini.

Pertanyaannya, rakyat Jabar yang mana? Kenyataan membuktikan bahwa pasangan Cagub no.5 Rieke – Teten kurang diminati warga Jabar. Terbukti, di daerah basis no 5, suara Rieke – Teten Kalah.

Berpikirlah jernih dan bersih, hadapi kenyataan ini dengan lapang dada. Dalam sebuah kompetisi, kalah atau menang itu lumrah. Dan sebagai peserta harus berani menerima kekalahan jika memang kalah.

———

Baca juga :

Posted on 7 Maret 2013, in Unik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: