Hati-hati, Sekarang Ada Konglomerat Kafir yang Mengincar Jabatan Wapres

Hary  Tanoe Sudibyo

Senin, 11/03/2013 – Jakarta (SI ONLINE)
Tokoh ekonomi syariah yang juga seorang mualaf, Dr Muhammad Syafii Antonio, mengingatkan umat Islam adanya gerakan politik seorang konglomerat non Muslim yang hendak mengincar kursi wakil presiden pada pemilu yang akan datang.

Peringatan Syafi’i ini disampaikan secara terbuka dalam talk show “Pemimpinku Berkarakter Qur’an” di arena Islamic Book Fair 2013, Istora Senayan, Jakarta.

Waspadai, sekarang ada konglomerat, dia teguh dengan agamanya. Punya media besar. Dia sudah membeli dua partai politik Islam dengan dana puluhan milyar. Dia sekarang masuk ke partai yang ketiga, biar bisa lolos PT (Parliamentary Treshold, red). Harapannya dia akan jadi non-muslim pertama yang jadi wakil presiden,” kata Syafi’i, Ahad malam (10/3/2013) di hadapan ratusan pengunjung IBF 2013 yang memadati panggung utama.

Saking pentingnya peringatan ini, Syafi’i pun mengulanginya hingga dua kali. Pengunjung pun mengerti siapa sosok yang dimaksud Syafi’ itu. Menurutnya, konglomerat itu memiliki agenda besar dengan agamanya. “Umat Islam (supaya) tidak buta dengan politik seperti ini,” ungkapnya seraya mengingatkan pengalaman pemilihan pemimpin di Jakarta tidak terulang kembali.

Kurang Istiqamah

Kondisi ini sangat disayangkan oleh pendiri Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA itu. Pasalnya, partai Islam justru bisa dibeli. “Parpol Islam, bicara ke bawah jihad (sementara) di atas bicara kesejahteraan,” katanya.

Menurut Syafi’i, kondisi ini bisa terjadi karena menjadi politisi dihitung berdasarkan logika bisnis, bukan kontribusi kepada bangsa. “Intinya sudah ingin kaya, sejahtera, karena sudah terlalu lama hidup miskin,” kritiknya tajam.

Syafi’i lantas menceritakan seorang kawannya yang belakangan menjadi Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu. Menurutnya, bersama Erdogan, Ahmet adalah seorang politisi yang istiqamah. Dia diupercaya oleh rakyat. Sehingga walaupun partai mereka pernah dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi Turki, mereka tetap dipercaya. “Keistiaqamahan itu kurang di Indonesia,” tandasnya.

Baca juga :

Posted on 12 Maret 2013, in Harus Anda Ketahui and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: