Pengamat Intelijen: Penyergapan Cigondewah Harusnya Bisa 5 Menit

BANDUNG (PRFM) – Penyergapan “terduga” teroris di Kampung Cigondewah, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung memang sudah berakhir. Namun kemenangan Densus mendapat banyak sekali kritik dari para pendengar PRFM, terutama mengenai lamanya proses penyergapan.

Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Rizal Darma Putra, mengatakan dalam situasi seperti itu seharusnya bisa selesai dalam hitungan menit. Menurutnya bagi detasemen khusus yang mendapat guyuran dana besar dari luar negeri, delapan jam adalah waktu yang sangat lama. “Itu bisa diselesaikan dalam lima menit, kalau terlatih ya,” ungkap Rizal.

Apalagi tidak terdapat sandera di dalam rumah persembunyian teroris. Seharusnya bisa lebih cepat karena tidak ada beban. Apalagi para terduga teroris hanya dipersenjatai laras pendek. Sedangkan Densus 88 menggunakan senjata yang sangat lengkap.

“Hanya senjata laras pendek, ga ada senapan mesin ringan, ga ada senjata kaliber berat,” ungkap Rizal. (bicky)

—————————
Sayangnya Kemenangan Densus mendapat banyak sekali kritik dari Masyarakat juga para pengamat. Dari lamanya waktu penyergapan namun endingnya selalu tidak bisa menangkap hidup apalagi statusnya ini masih “terduga” terorris. Ini yang selalu membuat aneh.

Apakah mungkin Densus ingin menghilangkan jejak? Namun justru ini menghilangkan bukti dan saksi. Padahal jika Densus bisa menangkap hidup para “terduga” teroris ini, Densus akan mendapatkan informasi lebih banyak lagi. Densus akan menggunakan jasa para “terduga” teroris ini untuk mengungkap jaringan teroris lainnya, jika memang masih ada.

Atau mungkin isu teroris ini hanya pengalihan isu yang sedang terjadi di Negara? Ada apa gerangan? Atau mungkin densus takut keempat “terduga” teroris ini jika ditangkap hidup-hidup akan merugikan Densus, karena status apakah ketiga orang “terduga” teroris ini benar-benar jaringan teroris atau buronan kasus lain yang tidak ada hubungannya dengan teroris, perampok misalnya – itu kan tidak bisa di sebut teroris, apalagi ketiga orang yang tewas statusnya masih terduga. Nah, kalau ketiga “terduga” teroris itu tewas, otomatis bukti tidak ada. Dan dinyatakan bahwa mereka benar teroris. Ada yang membantah bahwa mereka bukan seperti yang dituduhkan? Apakah benar mereka termasuk dalam jaringan teroris atau bukan tidak akan terungkap.

Satu orang yang berhasil ditangkap hidup-hidup bisa saja di mintai keterangan, tapi apakah akan akurat? Mengingat betapa ketatnya nanti pertanyaan dari pemeriksaan atau bahkan mungkin satu orang itu akan di tekan supaya mengaku dengan pengakuan palsu. Bisa saja itu terjadi. Wallahu a’lam.

source

Baca juga :

Posted on 9 Mei 2013, in Kontroversi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: