Terima Kasih Miss World !

tolak-miss-world

Selama ini saya cukup terpengaruh dengan yang orang-orang bilang kalau Islam itu mengekang perempuan. Contohnya adalah aturan jilbab. Saya suka miris melihat wanita muslimah yang harus repot-repot membalut tubuhnya dengan kain panjang-panjang. Kasian melihat mereka gerah karena cuaca lagi panas tapi mereka harus kenakan jilbab.

Lalu datang rencana acara miss world. Saya bingung kenapa sih mereka yang sok Islami malah menentang acara miss world? Padahal acara itu kan bagus buat memperkenalkan keramahan bangsa Indonesia dan meningkatkan pariwisata.

Hingga kemudian terjadi perdebatan antara saya dengan teman kantor. Awalnya saya sudah menduga, teman saya ini pasti akan menyebut-nyebut zionis lah, konspirasi lah, yahudi lah… Dll..

Rupanya argumentasi teman saya itu acara miss world itu merendahkan dan menghina wanita. Kok bisa begitu? Karena menurutnya ajang miss world cuma menilai wanita dari bentuk tubuhnya dan parasnya. Pokoknya hal-hal yang membuat pria menikmati – bahkan, maaf, terangsang – itu yang diukur dari miss world.

Saya mulai melancarkan serangan, “dasar kamu aja yang ngeres.”

Lalu dia menyuruh saya mencari tahu sendiri bagaimana proses penilaian kontes miss world. Dan saat saya googling, saya menemukan foto-foto wanita berbikini di ajang itu. Saya sudah tahu kok sebelumnya. Tapi kali ini saya tersadar, bahwa sebagai laki-laki saya pun tergoda. Ya saya cuma bersyukur tandanya saya masih normal.

Akhirnya saya mengakui argumentasi teman saya, wanita pada ajang miss world itu cuma dijadikan pajangan pemikat mata pria. Ya kalau saya di posisi wanita sih ga bakal rela kalau harus jadi pemuas nafsu pandangan laki-laki. Terlalu merendahkan.

Teman saya mulai mengeluarkan dalil-dalil hadits. Agak malas saya mendengarkan, tapi saya nikmati saja. Dalil yang ia sampaikan itu: “sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasadmu atau rupamu, tetapi Allah melihat pada hatimu.” Itu hadits katanya. (Saya sudah googling, memang benar ada hadits seperti itu).

Teman saya melanjutkan ceramahnya yang ingin saya suruh sudahin tapi ada perasaan ga enak. Intinya, Islam meninggikan derajat wanita. Dalam menentukan jodoh saja Islam menganjurkan memilih wanita karena agama dan akhlaknya, bukan karena kecantikannya semata. Dia menyampaikan hadits, “Wanita dinikahi karena kecantikannya, keturunannya, dan hartanya. Namun nikahilah karena agamanya agar selamat.”

Ya, dari perdebatan itu saya mulai mengakui keramahan ajaran Islam pada wanita. Tapi masih ada pertanyaan yang mengganjal, yaitu kenapa sih Islam harus membuat wanita kehilangan kecantikannya dengan kewajiban jilbab?

Sedang berpikir begitu, tiba-tiba melintas rekan kerja saya, wanita yang berjilbab rapi dan sopan. Seketika itu saya sadar kalau mereka itu justru terlihat anggun. Dan sebenarnya ada yang malah terlihat lebih cantik dengan jilbab itu. Tapi ya… Saya yakin mereka pakai jilbab bukan supaya kelihatan cantik, tapi karena disuruh Allah swt.

Ada satu hal lagi yang tidak saya dapati dari wanita berjilbab. Begini, sebenarnya sebagai laki-laki saya menikmati lekuk tubuh wanita yang berpakaian ketat. Ya, sebagai lelaki ada saja pandangan nafsu bila melihat wanita. Tapi pada yang berpakaian jilbab dengan benar, saya tidak dapati itu.

Ya, lagi-lagi saya dapatkan bukti bahwa Islam melindungi wanita dari sekedar objek pemuas nafsu pria. Argumen, “Dasar kamu aja yang ngeres” ? Hehe.. Justru saya yang sering bilang gitu. Padahal saya akui sendiri saya terkesan munafik kalau ngomong begitu. Saya kan cowok normal, bukan cowok apaan.

Terima kasih Miss World. Acara kamu telah membuka mata saya. Semoga ini jalan saya mendapatkan hidayah. Amiin

(Identitas Ada Pada Redaksi Islamedia)

 Baca juga :

Posted on 6 September 2013, in Berita Dunia, Dewasa, Harus Anda Ketahui, Liberalisme, LifeStyle and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: