Pengamat Hukum: Meninggalnya Fikri Mahasiswa ITN Adalah Tindak Pidana

maba itn disiksa hingga meninggal_thumb[3]Statemen pihak Institut Teknologi Nasional (ITN) yang mengakui adanya kelalaian yang menyebabkan tewasnya mahasiswa jurusan Planologi, Fikri Dolasmantia Surya ditanggapi oleh pakar hukum pidana.

Aries Budi Cahyono dari badan konsultasi dan bantuan hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyebut bahwa tindakan tersebut sudah masuk dalam klasifikasi tindak pidana.

“Raibnya nyawa seseorang akibat kelalaian itu pidana, sebagaimana pasal 359 KUHP,” katanya saat dihubungi Aktual.co, pada Rabu (11/12) di Malang, Jawa Timur.

Aries mengungkapkan bahwa faktor kelalaian dengan hanya memberi satu botol minuman untuk satu group yang berisi 114 orang sudah melanggar asas kehati-hatian sebagaimana ada dalam teori hukum pidana, lantaran unsur ‘karena salahnya’ sebagaimana dalam bunyi pasal 359 KUHP itu bisa dirujuk kepada faktor lalai atau alpa.

maba itn disiksa_thumb[4]

“Karena salahnya itu kembali pada faktor lalai atau alpa, jadi secara logika jelas, 114 orang hanya dikasih satu botol itu kan sudah masuk lalai dan bisa merujuk pada pidana,” urai pria yang juga seorang advokat ini.

Analogi faktor lalai ini bisa dicontohkan pada seorang yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan yang ramai, jika sang pengendara tidak memperhitungkan dan malah memilih kecepatan penuh sehingga mengakibatkan korban, maka dia bisa dianggap lalai sesuai teori hukum pidana.

“Jadi harusnya pihak panitia memperhitungkan apakah satu botol ini cukup untuk 114 orang. Logika dasarnya ya tidak cukup, untuk satu orang aja masih kurang,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak ITN Malang melalui Hutomo Mustajab, penanggung jawab acara Bakti Kemah Desa (BKD) mahasiswa baru jurusan Planologi mengakui adanya tindak kelalaian yang dilakukan fendem (panitia).

Bentuknya, yaitu hanya memberi sebotol air mineral untuk satu grup yang berisi 114 orang, sedang kondisi fisik Almarhum Fikri sendiri diketahui berbadan gemuk yang secara umum membutuhkan asupan air lebih dengan kegiatan yang super padat.

Sumber: aktual

Baca juga :

Posted on 12 Desember 2013, in Dewasa, Harus Anda Ketahui, Hukum, Kontroversi, LifeStyle, Seks and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bubarkan saja segala jenis opspek, sudah terlalu banyak makan korban dan mewariskan sifat pendendam.

Mohon MAAF komentar yang mengandung link afiliasi, kalimat promosi, akan dihapus. Terima kasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: