Arsip Blog

SANTRI Untuk NEGERI


santri untuk negeri

Katanya Santri!

 

Read the rest of this entry

Iklan

Amerika Siap Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua


50006f8f5c1f990730f067e47f7d249aBendera Bintang Kejora

(Ada Udang Dibalik Batu) Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2). Read the rest of this entry

Afrika di Bawah Naungan Islam


afrika-map

Setiap diskusi tentang Afrika, selalu diidentikkan dengan kemiskinan, kekurangan makanan, kelaparan, dan perang saudara. Sejak Afrika diperebutkan pada abad ke-20 untuk mendapatkan mineral dan sumber daya oleh para kolonialis Eropa, benua Afrika dikerat-kerat hanya sebagai jalur pasokan sebagai usaha mereka untuk membangun koloni jajahan. Bagi para kolonialis Barat, Afrika adalah mahkota permata yang terlalu mahal untuk diserahkan. Read the rest of this entry

Waspadai April Mop: Hari Pembantaian Salibis terhadap Muslim Spanyol!!


Di Barat, tiap tanggal 1 April diperingati hari “April Mop.” Sedangkan di Indonesia, di berbagai kota besar, tak jarang kaula muda Muslim latah mengikuti tradisi April Mop. Pada hari itu, mereka diperbolehkan dan sah-sah saja menipu teman, mengisengi kawan, ngerjain guru, ngusilin orang tua, membohongi saudara, atau yang sejenisnya, di mana sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya, jika sang target April Mop sudah sadar bahwa dirinya dijadikan target April Mop, mereka juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tapi tidak akan marah sungguhan. Read the rest of this entry

April Mop dalam Sejarah April Mop


Lelucon yang Terkenal

Newsletter New Mexicans pada April 1998 memuat artikel yang ditulis oleh seorang ahli fisika Mark Boslough yang menyebutkan bahwa undang-undang Alabama telah mengubah nilai dari konstanta pi ke angka 3.0. Pernyataan ini sebelumnya pernah muncul pada cerita berita novel fiksi ilmiah tahun 1961, “Stranger in a Strange Land” karya Robert A. Heinlein. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: